fbpx

Tips Berkendara Dengan Aman

oleh | 23 Okt 2019 | Manajemen Armada

Berkendara mungkin adalah hal yang sudah menjadi kebiasaan Anda setiap hari, mulai dari dalam kota, hingga ke luar kota. Pertanyaan yang sesungguhnya adalah apakah Anda sudah berkendara dengan aman? Sangat penting untuk mempersiapkan segala sesuatu sebelum berkendara, supaya pengemudi dan armada dapat selamat sampai tujuan tanpa ada sesuatu yang tidak diinginkan terjadi. Untuk mengingatkan Anda kembali mengenai berkendara yang aman, berikut kami berikan beberapa tips yang harus Anda lakukan.

Selalu Kenakan Sabuk Pengaman Saat Berkendara

Sebelum mulai mengemudikan kendaraan, pastikan untuk selalu kenakan sabuk pengaman. Sabuk pengaman berfungsi untuk melindungi pengemudi dan penumpang dari benturan jika terjadi kecelakaan, selain dari adanya kantung udara (airbags). Selain itu, UULAJR Pasal 289 jo pasal 106 ayat 6 mewajibkan penggunaan sabuk pengaman ketika mengemudi.

Periksa Tekanan Angin Ban

Usahakan selalu mengecek tekanan angin ban seminggu sekali. Tekanan ban umumnya berbeda 2-3 psi antara ban depan dengan belakang. Jika mobil Anda menggunakan penggerak roda depan (FWD), tekanan angin lebih kencang di bagian roda depannya. Sedangkan jika mobil Anda berpenggerak roda belakang (RWD), maka tekanan angin lebih kencang di bagian belakang. Tekanan angin yang tepat akan menambah keekonomisan pemakaian bahan bakar kendaraan sekitar 1-3%.

Sesuaikan Kaca Spion Samping dan Belakang untuk Dapatkan Pandangan Jelas

Pengecekan kaca spion sebelum melakukan perjalanan diperlukan, karena akan membantu pandangan Anda untuk menentukan jarak dengan kendaraan lain. Pengecekan spion juga berguna untuk mengetahui titik blind spot pada kendaraan Anda. Untuk itu, sebelum Anda bermanuver, usahakan untuk mengecek spion dan menoleh sekilas,serta selalu mengecek spion setiap 5-8 detik. Hal ini untuk menghindari kelelahan pada mata dan kewaspadaan Anda ketika mengemudi, khususnya ketika sedang melaju di jalan tol.

Pertahankan Jarak Aman 3-Detik antar Kendaraan

Seperti halnya yang dipergunakan pada negara-negara maju, pergunakan metode jarak waktu ‘3-detik.’ Hal ini bisa dilakukan dengan cara menentukan obyek statik sebagai check point, dan menghitungnya dengan cara 1 dan 1, 1 dan 2, 1 dan 3, dst. Hanya dengan mengingat 3 detik saja, maka jarak aktual akan secara otomatis mengikuti, karena pengemudi hanya perlu mengikuti laju kecepatan kendaraan yang ada di depan Anda.

Sumber: https://www.carmudi.co.id/journal/10-tips-berkendara-aman-dan-

efisien-dari-ford/

Konsultasi Kebutuhanmu

Dapatkan saran fleet management, video monitoring, dan sensor bahan bakar dari ahlinya

Please enable JavaScript in your browser to complete this form.

Tulisan Terkait

Persiapan Keamanan Armada Bus Jelang Mudik Lebaran 

Persiapan Keamanan Armada Bus Jelang Mudik Lebaran 

Sekitar kurang lebih 100 juta pemudik akan memadati jalan di tanggal 28-30 Maret 2025. Dengan volume kendaraan yang meningkat tajam, memastikan keamanan armada dan kondisinya tetap prima menjadi hal penting bagi Anda sebagai layanan transportasi angkutan penumpang....

Bagaimana Pemeliharaan Preventif Meningkatkan Performa Armada 

Bagaimana Pemeliharaan Preventif Meningkatkan Performa Armada 

Armada sebagai aset perusahaan berharga yang harus dijaga. Sebab, banyak terjadi kecelakaan yang disebabkan oleh kerusakan suku cadang, terutama rem blong. Ini menandakan bahwa lalainya dalam perawatan armada bisa berujung kecelakaan fatal. Tidak hanya merugikan...

10 Cara Meningkatkan Efisiensi Operasional Armada 

10 Cara Meningkatkan Efisiensi Operasional Armada 

Mengelola kendaraan komersial seperti armada angkutan barang atau penumpang bukan hal yang mudah. Kurangnya kendali terhadap armada, penggunaan bahan bakar yang boros, perawatan yang sering terlewat, bahkan rute pengiriman yang tidak optimal menyebabkan muatan datang...

Special Purpose Container untuk Logistik Minyak dan Gas 

Special Purpose Container untuk Logistik Minyak dan Gas 

Mengirim muatan berbahaya seperti minyak dan gas tentu memiliki tantangan besar. Risiko kebocoran, kebakaran, atau kontaminasi lingkungan bisa terjadi kapan saja, dan ini harus dicegah. Selain membahayakan, tentunya perusahaan akan rugi besar jika hal ini terjadi....