Kecelakaan masih menjadi ancaman serius di jalan raya. Terlebih lagi yang menyangkut angkutan barang dan penumpang. Data Korlantas Polri 2024 mencatat angkutan barang sebagai penyumbang kecelakaan tertinggi kedua dengan 22.609 kasus, disusul bus di urutan ketiga dengan 17.651 kasus. Sebanyak 98% kecelakaan terjadi karena human error, sementara 1,7% karena kendaraan tidak memenuhi standar teknis, dan 0,3% dipengaruhi kondisi prasarana.
Dari kondisi tersebut, sangat jelas bahwa human error atau kelalaian pengemudi menjadi penyebab kecelakaan tertinggi di Indonesia. Untuk itu, meningkatkan kesadaran pengemudi sangat penting dilakukan agar kecelakaan bisa ditekan dan mengurangi risiko kerugian yang ditimbulkan. Lalu, bagaimana cara meningkatkan kesadaran pengemudi agar lebih berhati-hati saat berkendara? Berikut adalah beberapa strategi yang bisa diterapkan.
Daftar Isi
1. Menerapkan Defensive Driving
Defensive driving atau berkendara defensif adalah teknik mengemudi dengan selalu mengantisipasi risiko dan memprioritaskan keselamatan. Pengemudi yang menerapkan teknik ini akan lebih fokus berkendara dan menjaga jarak aman. Ini tidak hanya meningkatkan keamanan pada armada, pengemudi, serta muatan barang atau penumpang, tetapi juga mewujudkan ekosistem transportasi yang lebih aman bagi pengguna jalan.
2. Mengurangi Distraksi Pengemudi
Kecelakaan umumnya disebabkan oleh pengemudi yang mengalami gangguan fokus atau kelelahan, sehingga menurunkan konsentrasi dan terjadi kecelakaan. Untuk menghindari hal ini, Anda bisa melakukan pelatihan terhadap pengemudi dengan meningkatkan kesadaran mereka. Anda bisa mengarahkan untuk menghindari penggunaan ponsel selama berkendara, tidak merokok saat berkendara, dan fokus penuh pada jalan dan kondisi sekeliling kendaraan sekitar.

3. Memastikan Istirahat yang Cukup
Kesadaran pengemudi menjadi sangat penting, karena terkadang kecelakaan terjadi karena kelelahan yang kemudian berujung pada microsleep (tertidur sejenak saat berkendara). Untuk menghindarinya, Anda bisa memastikan pengemudi selalu beristirahat cukup sebelum perjalanan. Apabila mengalami kelelahan atau merasa ngantuk saat perjalanan, sebaiknya berhenti sejenak dan mencari tempat untuk menepi dan istirahat. Sistem rotasi shift membantu pengemudi Anda dalam menghindari kelelahan.
4. Berkendara dengan Sopan dan Bijak
Pastikan pengemudi Anda untuk berkendara dengan sopan dan bijak, seperti tidak melampaui batas kecepatan, tidak sering melakukan akselerasi atau pengereman mendadak. Sebab, berkendara secara agresif seperti overspeed atau terlalu sering melakukan akselerasi dan pengereman mendadak bisa mengurangi tingkat responsivitas pengemudi, sehingga kecelakaan rentan terjadi. Selain rawan kecelakaan, berkendara agresif dengan cara tersebut bisa menyebabkan pemborosan bahan bakar dan gesekan ban terlalu keras yang kemudian membuat ban lebih tipis dan risiko tergelincir juga meningkat.
5. Memanfaatkan Teknologi Monitoring Pengemudi
Saat ini sudah banyak perusahaan yang mengandalkan teknologi video monitoring pengemudi. Hal ini dilakukan untuk memantau perilaku pengemudi dan mendeteksi adanya gangguan fokus yang bisa menurunkan konsentrasi mereka. Dengan begitu, perusahaan bisa lebih dalam mengambil tindakan mitigasi keselamatan dan mengurangi risiko kecelakaan.
Seperti teknologi video monitoring pengemudi dari McEasy yang mengandalkan integrasi dashcam AI. Video monitoring McEasy mampu memantau perilaku pengemudi secara real-time hingga 9 titik pantauan, serta AI yang mendeteksi mimik wajah dan tanda-tanda distraksi. Apabila pengemudi terdeteksi mengalami gangguan fokus, maka sistem akan memberikan peringatan langsung kepada Anda dan pengemudi. Dengan demikian, tindakan mitigasi keselamatan dapat dilakukan dengan cepat, dan Anda bisa memastikan perjalanan tetap aman.

Keunggulan dari video monitoring McEasy adalah mampu mendeteksi dan memberi peringatan apabila pengemudi mengalami kelelahan, mengantuk, penggunaan ponsel saat berkendara, tidak menggunakan sabuk pengaman, merokok, tidak menjaga jarak aman, bahkan jarak terlalu dekat dengan kendaraan depan yang berisiko tabrakan.
Selain itu, video monitoring McEasy juga memberikan peringatan otomatis saat pengemudi melampaui batas kecepatan, akselerasi atau pengereman mendadak, serta melewati batas durasi berkendara (ini bisa Anda atur sesuai kebutuhan).
Dengan video monitoring dan sistem peringatan yang canggih, video monitoring McEasy menjadikannya pilihan terbaik yang efektif mencegah kecelakaan. Salah satu perusahaan ternama Nestle Indonesia sudah membuktikan keefektifan solusi ini. Sejak menggunakan video monitoring McEasy, pelanggaran pengemudi Nestle turun sebanyak 70%.
Jadi, tunggu apa lagi? Saatnya Anda meningkatkan keamanan dan cegah kecelakaan sekarang. Jadwalkan konsultasi sekarang untuk melihat lebih lengkap bagaimana video monitoring bekerja meningkatkan keamanan dan memberikan perlindungan menyeluruh terhadap aset berharga Anda.